Tata cara umroh perlu kamu pelajari dan pahami dengan baik, sebab tata cara umroh ini dilakukan supaya ibadah kamu menjadi lebih khusyuk.Sebelum penulis membahas lebih lanjut mengenai tata cara umroh, di sini penulis akan membahas secara sekilas tentang umroh terlebih dahulu. Jadi, umroh atau sering disebut haji kecil merupakan suatu kegiatan ibadah umat Islam yang hukumnya sunnah.

Dan di lihat dari segi waktunya, ibadah umroh itu bisa dilakukan kapan saja kecuali tanggal 10 Zulhijjah dan hari Tasyrik yaitu pada tanggal 11,12,13 Zulhijjah.

Nah, buat kamu yang sudah berencana pergi umroh, sangat wajib untuk mengetahui lebih dulu urutan tata cara umrah dan doanya yang benar sesuai sunnah. Agar umroh kamu bisa diterima Allah SWT. Yuk, langsung simak rangkuman berikut ini!

Tata Cara Umroh Berurutan dan Doanya Lengkap Sesuai Sunnah

tata cara umroh

Tata cara umroh sangatlah penting dan harus dilakukan berurutan dengan sunnah yang telah ditentukan. Karena ibadah umroh itu merupakan suatu ibadah kepada Allah SWT dan termasuk pada bagian ibadah mahda.

Dan dalam pembahasan tata cara umroh ini, tidak bisa dipisahkan antara amalan wajib, rukun atau sunnah umroh. Sebab amalan sunnah bisa menjadikan ibadah umroh lebih sempurna, meskipun dengan meningalkan kesunnahan itu umrohnya tetap sah.

Langsung saja perhatikan dengan baik mengenai urutan tata cara umroh dan bacaannya yang benar sesuai sunnah supaya kamu tidak salah mengerjakannya:

9 Perbedaan Haji dan Umroh Paling Lengkap dan Detail Beserta dengan Dalil Al Quran

Tata Cara Umroh – Membersihkan Diri dengan Mandi Junub

Sebelum kamu pergi menuju miqat, sebaiknya membersihkan diri terlebih dulu dengan mandi junub. Nah, maksud dari mandi junub yaitu mandi besar atau mandi wajib untuk mensucikan diri dari hadas kecil maupun hadas besar.

Cara mandi junub dimulai dengan membaca doa ini:

“Bismillahirahmanirahim. Nawaitu ghusla lirafi’l hadatsil akbari fardlal lillahi ta’aala”.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardu karena Allah Ta’ala”.

Lalu basuhlah tangan(3x)  terlebih dahulu, terus bersihkan segala kotoran yang menempel di badan, dan langsung berwudhu.

Kemudian, basahi kepala hingga seluruh permukaan kulit dan rambut basah oleh air (3x) dan mengguyurkan air ke seluruh tubuh secara merata dari ujung rambut hingga kaki dan bagian tubuh dimulai dari sebelah kanan (3x), lalu sebelah kiri (3x).

Tata Cara Umroh – Gunakan Pakaian Ihram dari Miqat

Hendaknya seseorang yang ingin melakukan ibadah umroh wajib memakai pakaian ihram mulai dari tempat miqat (baik itu lewat jalur transportasi udara, plaut, maupun jalur darat). Pakaian ihram itu berupa kain berwarna putih yang menjuntai dan tidak dijahit.

Pakaian ihram yang dipakai pria berupa dua lembar kain lebar seperti, sarung untuk menutupi aurat bagian pundak (rida’) dan bawah panggul (Izaar). Catatan untuk pria yaitu, dilarang memakai pakaian yang membentuk lekuk tubuh, termasuk pakaian dalam.

Sedangkan bagi wanita harus memakai pakaian sesuai syariat islam yaitu menutupi seluruh tubuh. Catatan: bagi wanita tidak boleh memakai cadar/niqab, sarung tangan dan tidak bersolek dengan perhiasan/kemewahan.

Tata Cara Umroh – Selesai Memakai Pakaian Ihram, Mereka Harus Menghindari Semua Larangan Sesuai Syariat

Perlu kamu ketahui, ada beberapa larangan yang perlu kamu hindari sebelum melaksanakan umroh. Di sini, penulis akan menyebutkan poin-poin yang harus kamu hindari:

Bagi pria dilarang untuk:

  • Memakai pakaian biasa. Seperti kaos, kemeja dan lain-lain
  • Memakai alas kaki yang panjang sampai menutupi mata kaki
  • Menutup bagian kepala dengan topi, peci, dan lain-lain

Bagi wanita dilarang untuk:

  • Memakai baju kaos tangan, baik itu lengan panjang maupun pendek
  • Menutup muka dengan cadar

Bagi pria dan wanita dilarang untuk:

  • Menggunting kuku, mencukur bulu ketiak dan sebagainya
  • Memburu atau membunuh binatang apapun
  • Melakukan hubungan intim
  • Bertengkar dengan mengeluarkan kata-kata kotor, kasar maupun mencaci
  • Memotong tumbuhan yang ada di sekitar Mekah
  • Meminang wanita untuk dinikahi
  • Tidak boleh memakai parfum

Tata Cara Umroh – Membaca Niat Umroh Dari Miqat

Miqat adalah batas tempat seseorang yang akan melaksanakan ibadah haji atau umroh untuk memulai ihramnya.

Bagi kamu yang sudah berada di area dalam miqat, maka lakukanlah niat dari tempat tinggalmu, seperti kota Jedah atau Bahrah dan lainnya.

Sedangkan kalau kamu lewat jalur udara, laut, maupun darat dan merasa takut akan terlewat miqatnya, maka hendaknya berniat sebelum melewati miqatnya, yaitu ketika sudah mendekati miqat agar kamu merasa yakin kalau diri kamu telah berihram tepat di atas miqat. Kemudian dilanjut dengan membaca doa niat umroh seperti ini:

Labbaikallahumma ‘umratan”

Artinya: “Aku sambut panggilanMu ya Allah untuk menjalankan umroh”.

Tata Cara Umroh – Membaca Talbiah Selama Perjalanan Menuju Kakbah

Setelah kamu selesai ihram di miqat, sebaiknya kamu melantunkan talbiah selama perjalanan menuju Kakbah. Kalimat talbiah ini sering diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika akan umroh dan haji. Berikut ini kalimat talbiah:

“Labbaik allahumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik, innalhamda wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak”

Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu”.

Catatan yang harus diperhatikan: bagi pria maka dianjurkan untuk mengangkat suara, sedangkan bagi wanita cukup hanya dirinya yang mendengar. Bacakan kalimat talbiah tersebut sebagai syi’arnya, sampai terputus ketika akan memulai tawaf di Kakbah.

Tata Cara Umroh – Persiapan Memulai Aktivitas di Kakbah Sebelum Tawaf

Jika kamu telah tiba di depan Kakbah, berhentilah membaca talbiah. Dan sebaiknya kamu berwudhu terlebih dahulu (bagi yang belum punya wudhu). Sebab, pada saat kamu akan melakukan tawaf keadaan badan harus suci dari hadas kecil dan besar.

Setelah itu, kamu bisa masuk ke Kakbah dari pintu mana saja. Akan tetapi, dianjurkan untuk masuk pintu Bani Syaibah atau Babussalam, dalam rangka mencontohkan Nabi Muhammad SAW.

Jarak antara Kakbah paling dekat kurang lebih satu meter. Kemudian ketika kamu akan masuk Kakbah disunnahkan dengan mendahulukan kaki kanan sambil berdoa:

“Bismillah Wash Sholatu Was Salamu ‘Ala Rasulullah. Allahummaftahli Abwaba Rahmatika”

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”

Tata Cara Umroh – Memulai Tawaf

Setelah itu, kamu harus segera turun menuju tempat tawaf. Selanjutnya, bagi pria kain ihramnya dirubah menjadi idhthiba. Maksud dari idhthiba adalah ujung baju ihram bagian kanan jadi di simpan di pundak sebelah kiri.

Sehingga pundak bagian kanan jadi terlihat, sedangkan bagian kiri jadi tertutup dengan kain ihram di bagian atas.

Kemudian para jamaah berjalan hingga sejajar dengan garis lurus yang berada di dekat area Hajar Aswad, lalu mencium jika memungkinkan dan tidak menyakiti orang lain dengan berdesak-desakan.

Namun jika tidak memungkinkan, maka cukup dengan memegang tangan Hajar Aswad dengan tongkat. Kemudian mencium bekas ujungnya sesuai dengan riwayat Abu Thufail.

Tetapi jika mengusapnya juga sulit, maka cukup dengan menghadap ke arah Hajar Aswad lalu mengisyaratkan dengan tangan ke arahnya sambil mengucapkan “Bismillah, Allahu Akbar” yang artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar”

Catatan: tidak boleh menciumi bangunan Kakbah serta mengusap rukun-rukun selain Hajar Aswad (mengusap dengan tangan kanan). Sebab benda-benda mati seperti batu itu tidak akan mampu memberi mara bahaya dan tidak pula memberi manfaat.

Tata Cara Umroh – Melakukan Tawaf Sebanyak 7 Putaran

Setelah itu, kamu harus mulai melakukan tawaf di sekeliling Kakbah dengan menjadikan posisi Kakbah disebelah kirinya. Dan melakukan tawaf di belakang bangunan Hijir Ismail sebanyak 7 putaran dimulai dari Hajar Aswad sampai ke Hajar Aswad (lagi) itu terhitung satu putaran.

Di sini, kamu juga disunnahkan untuk berjalan dengan cepat pada putaran pertama sebanyak 3 putaran, kemudian kamu berjalan seperti biasa pada sisa putaran berikutnya sebanyak 4 putaran.

Antara Rukun Yamani hingga Hajar Aswad disunnahkan membaca doa sapu jagad. Doa sapu jagad ini sering di baca oleh Nabi Muhammad SAW. Dan sepanjang tawaf sebaiknya kamu membaca doa dzikir dan doa pilihan kamu.

Tata Cara Umroh – Jalan Menuju ke Arah Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim di sini bukanlah kuburan yang seperti pada umumnya. Namun tempat ini merupakan tempat di mana Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka membangun Kakbah.

Dan menurut sunnahnya kamu harus mengerjakan sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.

Tetapi jika tidak memungkinkan, jangan paksakan sholat langsung di Maqam Ibrahim, karena hal ini akan mengganggu orang yang sedang tawaf. Sebaiknya mundurlah ke belakang ke tempat yang agak sepi, atau boleh dilakukan di mana saja asalkan masih dalam area masjid.

Pada saat mengerjakan sholat ini, rakaat pertama setelah membaca surat Al-Fatihah disambung dengan surat Al-Kafirun (Qul yaa-ayyuhal kaafirun). Sedangkan rakaat kedua setelah membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas (Qulhuwallahu ahad).

Catatan: adapun jika kamu membaca surat lain itu juga tidak apa-apa dan hindari mengusap, mencium untuk mengharap berkah. Intinya ingat! jangan merusak tempat ibadah kamu dengan perbuatan yang tidak ada tuntunannya.

Tata Cara umroh – Di Lanjut Menuju Tempat Air Zam-zam

Selesai sholat dua rakaat, urutan umroh selanjutnya yaitu menuju tempat air zam-zam. Sebelum sa’i disunnahkan untuk minum air sambil menghadap ke Kakbah. Ketika minum bernafaslah (3x), kemudian sisa air minum diusapkan ke kepala, muka, dan dada.

Setelah minum air zam-zam disunnahkan untuk kembali ke Hajar Aswad untuk menyentuhnya. Jika tidak memungkinkan cukup dengan menghadap ke arah Hajar Aswad dan berdoa.

Catatan: air zam-zam merupakan air yang dianggap sebagai air suci oleh umat Islam. Sebab, air zam-zam ini bisa mewujudkan segala sesuatu sesuai niatnya. Seperti bisa menyembuhkan penyakit, bisa membersihkan hati, dan lain-lain.

Tata Cara Umroh – Mengerjakan Sa’i

Selanjutnya kamu harus menuju bukit untuk mengerjakan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali putaran. Sa’i adalah berlari-lari kecil diantara kedua bukit tersebut.

Ketika mengerjakan sa’i kamu tidak disyaratkan dalam keadaan suci. Jadi, jika setelah shalat batal karena kentut tidak akan merusak sa’i nya. Orang yang melakukan sa’i akan mendapatkan pahala setara dengan membebaskan 70 orang budak.

Tata Cara Umroh – Mulai Berdoa Ketika Sudah Naik ke Bukit Shafa

Sebelum ke Shafa, bagi pria harus merubah pakaian ihram dengan cara idhthiba. Nah, di sini penulis menyediakan bacaan doa sa’i ketika kamu sudah naik ke bukit Shafa:

“Innash shafaa wal marwata min sya’aarillahi faman hajjal baita aw I’tamara falaa junaaha ‘alaihi yaththawwafa bihima, waman tathawwa’a khairan fainnallaha syaakiran ‘aliimaa”

Artinya:

“Sesungguhnya Shafaa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah, maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya, dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha mengetahui”.

Tata Cara Umroh – Membaca Doa Sa’i Saat Menghadap Kakbah

Dan diteruskan dengan membaca: “Kami memulai dengan apa yang Allah telah memulainya”. Kemudian kamu naik ke bukit Shafa menghadap Kakbah. Sebaiknya di sini kamu mengucapkan tahlil, bertakbir, dan berdoa seperti ini:

“Allahu Akbar, Allahu akbar,Allahu Akbar, walillaihilhamdu. Allahu akbar ‘alaa maa hadaanaa walhamdulillahi ‘alaa maa awlaanaa. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah. Lahulmulku walahulhamdu yuhyii wa yumiitu biyadihil khairu wahuwa ‘ala kulii syai’in qadiirun. Laa illaha illallaahu wahdahu laa syarikallah. Anjaza wa’dahu wanashara ‘abdahu wahaza mal ahzaaba wahdahu laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyaahu mukhlishiina lahuddiina walaukarihal kaafiruun”.

Artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar atas oetunjjuk yang diberikan-Nya kepada kami, segala puji bagi Allah atas karunia yang telah dianugerahkan-Nya kepada kami, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa.

Tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah yang menghidupkan dan mematikan, pada kekuasaan-Nya lah segala kebaikan dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.

Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan kepatuhan semata kepada-Nya walaupun orang-orang kafir membenci”.

Tata Cara Umroh – Turun Menuju Tanda Lampu Hijau

Ketika kamu berada di antara dua pilar atau lampu hijau baik dari putaran pertama dan terahir ketujuh, hendaklah membaca doa ini:

“Rabbaghfir waarhamwa’fu wa takarram watajaa waz’amma ta’lamu innaka ta’lamu maa laa na’lamu innaka antallahul ‘azzul akram”.

Artinya:

“Ya Allah ampunilah,sayangilah, maafkanlah, bermurah-hatilah, dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui apa-apa yang  kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah”.

Setelah itu berjalan lagi dan mendaki Marwa atau berdiri padanya. Namun mendaki lebih utama jika hal ini memungkinkan. Di Marwa, disunnahkan mengucapkan serta melakukan hal yang sama seperti di Shafa. Hal ini sebagai upaya mengikuti sunnah Rasulullah.

Catatan: bagi wanita tidak disunnahkan berlari-lari kecil melintas lampu hijau dan hanya berjalan biasa. Sedangkan bagi pria disunnahkan untuk berjalan cepat diantara dua lampu hijau tersebut.

Tata Cara Umroh – Kembali menuju Shafa

Begitupun seterusnya, hal tersebut dilakukan selama 7x putaran, perginya (Shafa-Marwa) dianggap satu putaran, dan pulangnya (Marwa-Shafa) juga dianggap satu putaran.

Catatan: diperbolehkan untuk menaiki kendaraan, seperti kursi roda atau hewan tunggangannya (jika dibutuhkan). Tetapi disunnahkan untuk memperbanyak dzikir dan doa sesuai dengan kemampuannya.

Tata Cara Umroh – Langsung Bertahalul

Bagian ini, kamu disunnahkan untuk melakukan tahalul. Maksud tahalul yaitu kegiatan yang tadinya terlarang selama melakukan kegiatan haji atau umroh menjadi diperbolehkan, seperti: mencukur atau menggunting rambut kepala.

Tahalul pria bisa dilakukan dua cara yaitu: (1) mencukur sampai gundul (halq) dan (2) memangkas, memotong sedikit (taqsir). Keduanya diperbolehkan, tetapi yang lebih utama yaitu menggundulkan. Dan bagi wanita cukup dengan mencukur rambutnya seujung ruas jari tangan.

Menggunting atau memotong rambut bisa lakukan oleh siapa saja, misalnya anak kecil ke orang tua atau sebaliknya, lalu suami kepada istri atau sebaliknya. Intinya harus diperhatikan muhrimnya.

Tata Cara Umroh – Jangan Lupa Berdoa Dulu Sebelum Mencukur Rambut

Usahakan setiap kamu akan melakukan suatu kegiatan awali dengan doa. Sebab doa bisa menyempurnakan niat mu.

Jika semua hal yang disebut di atas telah dilakukan oleh orang yang berihram maka sempurnalah umrohnya. Kemudian ucapkanlah Alhamdulillah dan dihalalkan baginya semua yang diharamkan saat ihram (tahalul).

Tata Cara Umroh Bagi Wanita Haidtata cara umroh

Ternyata umroh juga bisa dilakukan bagi wanita yang sedang haid. Haid yaitu keluarnya darah kotor dari rahim wanita setiap bulannya. Ketika wanita haid artinya ia tidak diperbolehkan untuk melaksanakan sholat, puasa, dan baca al-quran.

Lalu bagaimana dengan wanita yang haid ketika sedang melakukan ibadah di Tanah Suci? Berikut ini penulis akan memberitahu mengenai tata cara umroh bagi wanita haid:

Lakukan Istitsfar

Hal yang harus dilakukan oleh wanita yang sedang haid yaitu istitsfar. Sebaiknya ketika kamu sudah sampai di miqat segera mandi dan langsung melakukan istitsfar.

Istitsfar yaitu memastikan keadaan dengan memakai pembalut yang lebih rapat. Supaya tidak ada darah yang keluar dari celana atau tembus.

Boleh Melakukan Tata Cara Umrah Seperti Pada Umumnya Kecuali Pada Bagian Tawaf dan Sa’i

Selain tidak membatalkan ihram pada saat melakukan umroh, haid juga tidak menghalangi ibadah di Tanah Suci kecuali kegiatan yang dilakukan di Kakbah.

Jadi intinya, bagi wanita haid boleh melakukan semua ibadah umroh kecuali tawaf, sa’i dan bagian yang masuk ke dalam Kakbah.

Harus Memperhatikan Ketentuan Ihram Bagi Wanita yang Haid

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan oleh wanita yang sedang haid. Berikut ini penulis akan menjabarkan kententuan-ketentuannya:

  • Kalau masih mungkin menunggu hingga darahnya berhenti dan bersuci, maka kamu harus menunggu hingga darahnya berhenti dulu, lalu kamu bersuci melakukan tawaf dan sa’i serta tahalul.
  • Jika tidak memungkinkan menunggu kamu boleh pulang ke rumah, lalu ketika darahnya berhenti, kamu bersuci dan kembali ke Mekah untuk menyempurnakan tawafnya kalau semua itu mudah bagi mu.
  • Jika tidak memungkinkan untuk menunggu dan sulit bagi mu untuk kembali ke Mekah, maka kamu dapat melakukan tawaf dan sa’i dalam keadaan darurat hingga tahalul.
  • Dan diperbolehkan bagi wanita mengkonsumsi pil penunda haid jika khawatir datang haid saat ihram selagi itu tidak membahayakan dirinya.

Tata Cara Mengumrohkan Orang yang Sudah Meninggal

tata cara umroh

 

Umroh juga bisa dilakukan untuk orang yang sudah meninggal. Kegiatan ini biasa disebut dengan badal umroh. Berikut ini penulis akan membahas tata cara umroh untuk orang yang sudah meninggal:

Orang yang Membadalkan Diharus Beribadah Umroh Untuk Diri Sendiri Dulu

Sebelum kamu membadalkan orang yang sudah meninggal, sebaiknya kamu melakukan ibadah umroh untuk diri kamu sendiri. Setelah itu, kamu baru bisa membadalkan orang yang sudah meninggal tersebut.

Sebab, kalau kamu belum umroh untuk diri sendiri tapi kamu mengumrohkan orang yang sudah meninggal, maka umrohnya akan jatuh pada diri kamu sendiri meskipun niatnya untuk orang yang sudah meninggal.

Melakukan Ihram dari Miqat

Kamu harus melakukan ihram dari miqat yang sudah kamu lewati. Kemudian, di sini kamu baru bisa melakukanhram umroh untuk orang yang sudah meninggal tersebut. Berikut ini, penulis akan memberikan contoh niat umroh untuk Ibu yang sudah meninggal:

“Labbaika Allahumma bi Umratin an Umii”

Artinya: “Aku sambut panggilanMu ya Allah untuk menjalankan umroh Ibu”

Kemudian Lakukan Tawaf dan Sa’i

Nah, di sini kamu harus melakukan kegiatan tawaf dan sa’i seperti di atas. Sebab hukum badal umroh ini yaitu sunnah muakad. Sehingga, tidak ada kewajiban untuk kamu melakukan ibadah umroh bagi orang yang sudah meninggal.

Demikianlah urutan tata cara umroh dan doanya yang sesuai dengan sunnah. Tata cara umroh yang dimulai dari junub hingga tahalul akan menjadikan ibadah umroh kamu menjadi lebih khuyuk dan sempurna. Semoga penjelasan dari penulis bermanfaat.

Catatan: buat kamu yang masih penasaran dengan doa-doa terkait tata cara umroh yang lengkap (doa yang belum tercantum) di sini, kamu bisa mendownloadnya baik itu dalam bentuk PDF, ebook dan lainnya.