Sejarah air zam zam yang sesungguhnya dapat kamu pelajari di sini. Pastinya kamu sudah tidak asing lagi kan mendengar kata air zam zam? Karena kamu pasti sudah pernah meminum air zam zam, baik itu di kasih dari tetangga yang sudah umroh atau haji.

Air zam zam rasanya identik dengan air minum biasa. Tetapi jelas keduanya itu berbeda, meskipun warna dan rasa sama bukan berarti itu dihasilkan dari sumber mata air yang sama yaa.

Dan pastinya air zam zam itu mengandung banyak khasiat yang tidak pernah kamu duga sebelumnya.  Misalnya menyembuhkan penyakit dan lain-lain.

Untuk kamu yang sudah penasaran mengenai asal muasal air zam zam bersiap-siap yaa. Karena di sini aku mau bahas sejarah air zam zam secara detail. Supaya kamu bisa memahaminya dengan baik.

Kisah Tentang Asal Usul Terjadinya Mata Air Zam zam

sejarah air zam zam

Perlu kamu ketahui segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti mempunyai sejarahnya. Begitupula dengan air zam zam ini.

Berikut ini aku mau bahas tentang asal mula terjadinya mata air zam zam secara singkat tapi jelas. Yuk, langsung simak yaa!

Asal Mulanya Dari Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Harus kamu ketahui, bahwasanya asal usul terjadinya mata air zam zam tidak bisa dilepaskan dari rangkaian kisah yang dialami oleh keluarga Nabi Ibrahim as. Karena Nabi Ibrahim adalah seorang nabi yang mempunyai istri yang sangat cantik bernama Sarah.

Kata orang, kecantikan Sarah adalah separuh dari kecantikan Hawa, istri Nabi Adam. Karena setelah Hawa, tidak ada wanita yang kecantikannya melebihi Sarah. Selain cantik, Sarah adalah potret wanita salihah, ia memiliki keimanan kokoh dan budi pekerti luhur yang baik.

Hanya saja, sampai usianya yang telah lanjut, perkawinan Nabi Ibrahim dan Sarah belum membuahkan keturunan, padahal Nabi Ibrahim sudah sangat ingin memiliki anak. Kemudian Sarah menyuruh Nabi Ibrahim menikah lagi dengan wanita yang bernama Siti Hajar.

Setelah Nabi Ibrahim dan Siti Hajar menikah dan memiliki anak yang bernama Ismail. Dari situlah, Sarah menyuruh Nabi Ibrahim untuk mengungsingkan Hajar dan anaknya, karena ia sudah tak kuasa menahan rasa cemburu yang begitu membara.

Lalu turunlah wahyu kepada Nabi Ibrahim yang memerintahkan supaya mengungsikan Siti Hajar dan anaknya ke Mekkah, yaitu dekat Baitul Haram. Kemudian Nabi Ibrahim langsung segera melaksanakan perintah wahyu tersebut.

Menurut Ibnu Abbas ra, yang dilakukan Siti Hajar sebelum ia pergi bersama Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail yaitu meminta maaf kepada Sarah.

Kemudian Hajar berjalan sambil menyusui anaknya, lalu Ismail diletakkan di bukit bagian atas dekat Kakbah. Waktu itu, tidak ada orang satupun dan di Mekkah tidak ada air sama sekali. Dan mereka hanya membawa bekal sekeranjang buah kurma dan sekantong air.

Nabi Ibrahim pun hendak melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Siti Hajar dan anaknya. Namun Siti Hajar mengikutinya sambil berkata:

“Wahai Kakanda Ibrahim, hendak ke mana engkau akan pergi? Apakah engkau akan meninggalkan kami di lembah yang tidak ada manusia dan tidak ada apapun ini?”. Siti Hajar mengucapkan kata-kata ini berulang-ulang kali.

Tetapi Nabi Ibrahim sama sekali tidak menoleh kepada istri dan anaknya. Kemudian Siti Hajar berkata lagi “Apakah Allah yang telah memerintahkan semua ini kepadamu?” dan Nabi Ibrahim pun menjawab “Benar”.

Lalu Siti Hajar kembali berkata “Kalau demikian, Tuhan tidak akan menelantarkan kami”. Setelah mengucapkan kata tersebut Siti Hajar kembali ke tempatnya. Begitupun dengan Nabi Ibrahim, ia melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan anak dan istrinya.

Nabi Ibrahim terus berjalan hingga Siti Hajar tidak bisa melihatnya lagi, karena sudah terhalang oleh bukit. Dan Ibrahim pun menghadapkan wajahnya ke arah posisi Kakbah sambil mengangkat tangan dan berdoa.

Semenjak itu, Siti Hajar menyusui anaknya Ismail dan ia hanya bisa minum bekal air yang telah ia bawa dari rumah. Ketika bekal itu telah habis, Siti Hajar dan Ismail pun merasa haus. Siti Hajar memandang anaknya dengan perasaan sedih.

Di situ, Ismail menangis kencang karena merasa kehausan, kakinya hendak menghentak-hentakkan ke tanah. Seolah-olah ia ingin mati dan menjerit dengan kerasnya.

Siti Hajar merasa begitu khawatir, akhirnya ia mengambil keputusan untuk mencari air. Ia berlari antara bukit Shafa dan bukit Marwah mencari sesuatu untuk menyelamatkan anaknya. Hingga ia sampai berlari bolak balik tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah.

Tak lama kemudian ia menyaksikan ada sebuah keajaiban. Keajaiban tersebut terpancar dari bawah kaki anaknya berupa air. Itulah air zam zam. Akhirnya Ismail dan Siti Hajar meminum air zam zam sampai kenyang. Atas izin Allah bumi menjadi hijau kembali setelah lama kering.

Berapa waktu kemudian mata air itu makin lama semakin melimpah. Dan malaikat Jibril pun berkata kepada air tersebut: “Zam zam yang berarti berkumpulah”. Maka atas izin Allah swt, mata air itu mengumpul. Sampai sekarang, mata air itu tidak pernah berhenti mengeluarkan air.

Peristiwa berlari-larinya Siti Hajar antara bukit Shafa dan Marwah dalam mencari sumber air, akhirnya dijadikan salah satu rukun haji yang dinamakan sa’i.

Kemudian datanglah rombongan kafilah Arab dan suku Jurhum yang kebetulan sedang merasa kehausan dan mencari-cari air. Sesampainya di kota Mekah, tiba-tiba ia melihat burung-burung sedang berterbangan di atas bukit.

Mereka sudah menduga pasti ada sumber air di tempat burung-burung itu.  Mereka langsung segeralah pergi ke tempat tersebut. Dan ternyata dugaan mereka itu benar. Di tempat itu mereka menemukan Siti Hajar dan putranya Ismail.

Maka orang-orang Arab itu mendekati Hajar dan memohon izin untuk mengambil air dari tempat itu. Dan Siti Hajar pun mempersilahkan. Segeralah anggota kapilah itu meminum air tersebut dengan sangat puas.

Tahun-tahun telah berlalu, akhirnya Ibrahim menjemuk anak dan istrinya. Sesampainya di sana ia terkejut melihat mata air melimpah dan tenang di tempat itu.

Dan di situ terdapat desa yang subur dan makmur. Beliau pun lega, karena istri dan anaknya ternyata masih hidup sehat dan tercukupi.

Siti Hajar menceritakan semua kejadian yang pernah ia alami kepada suaminya Nabi Ibrahim. Mendengar cerita itu, Nabi Ibrahim kemudian memuji kebesaran Allah swt yang telah mengabulkan doanya waktu itu, supaya istri dan anaknya serba dicukupi kebutuhannya.

Lantas Nabi Ibrahim langsung bersujud kepada Allah dan membangun Kakbah dibantu oleh anaknya Ismail. Nabi Ibrahim tidak membuat atap dan pintu untuk Kakbah. Tetapi dibuat dua buah pintu terbuka dan dua buah rukun, yaitu rukun Hajar Asward dan rukun Yamani.

Letak Sumur Air Zam zam

Sumur zam zam terletak sebelas meter dari Kakbah. Kedalaman sumur ini tujuh belas meter, dan sumur ini bisa menembus lapisan batuan yang keras berupa batu beku diorite.

Selain itu, sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11-18,5 liter/detik, hingga permenit sehingga bisa mencapai 660 liter/menit atau bahkan 40.000 liter per jam.

lalu di sini juga terdapat celah, yaitu celah yang memanjang ke Hajar Aswad dengan panjang 75 cm dan ketinggian 30 cm. Dan beberapa celah kecil memanjang ke arah bukit Shafa dan Marwah.

Sejarah Air Zam zam – Mengandung Keberkahaan yang Melimpah

sejarah air zam zam

Keberkahan dalam air zam zam pastinya sudah tidak diasingkan lagi. Berbagai fakta yang telah terjadi telah menunjukkan adanya keberkahan yang agung terdapat dalam air zam zam.

Keberkahaan air zam zam akan membawa berjuta manfaat dan kebaikan bagi yang memanfaatkannya. Berikut ini aku mau kasih tahu mengenai keberkahan tersebut:

13 Metode Pelatihan Manasik Umroh Paling Lengkap Sesuai Sunnahnya

Dikabulkan Doanya

Pada saat kamu meminum air zam zam pasti akan diyakini bahwa doa yang kamu panjatkan akan di jabah oleh Allah swt.

Intinya ketika kamu meminum air zam zam doa kamu akan di jabah. Karena mustajabnya waktu meminum air zam zam ini merupakan keistimewaan yang diberikan oleh Allah swt.

Minum Air Zam zam Adalah Sunnah Rasulullah SAW

Minum air zam zam merupakan sunnah Rasulullah saw, baik itu melalui sabdanya maupun perbuatannya.

Minum air zam zam baik untuk menyehatkan sekaligus obat penyembuh. Sunnah meminum air zam zam itu kemudian diikuti oleh para sahabat dan tabi’in.

Minum Air Zam zam Bisa Menghapuskan Doa

Berdasarkan hadist keutamaan minum air zam zam bisa menghapuskan doa. Hadist tersebut menyebutkan bahwa meminum air zam zam setelah shalat dua rakaat (tawaf) bisa menghapuskan doa.

Air Zam zam Adalah Hidangan dan Buah Tangan Terbaik

Memberi minum air zam zam kepada orang lain termasuk amal salih yang berpahala. Karena itulah, Rasulullah saw dan para sahabatnya bersungguh-sungguh dalam mengambil kebaikan ini dengan cara menjadikan air zam zam sebagai hidangan dan buah tangan terbaik.

Sedekah dengan memberi air minum adalah sedekah yang paling utama. Tapi maksud Rasulullah saw yang ini yaitu air minum biasa.

Sedangkan yang lebih utama lagi kalau memberikan sedekah berupa air zam zam. Karena mengingat air zam zam memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh air biasa.

Air zam zam Adalah Minuman yang Menyenangkan

Air zam zam bukanlah minuman biasa. Karena minuman ini sangat begitu istimewa dan menyenangkan. Mengapa menyenangkan? Sebab air zam zam adalah minuman seperti layaknya makanan yang bisa menguatkan tubuh.

Dari sudut asal usul kemunculan air zam zam ini sudah menjadi makanan yang menyenangkan bagi Siti Hajar dan Ismail. Dan Rasulullah saw juga telah membuktikan tentang fakta keistimewaan air zam zam sebagai makanan yang menyenangkan ini.

Selain Rasulullah, Abu Dzar Al-Ghifari, salah satu sahabatnya juga mengalami sendiri fakta keistimewaan dan keajaiban air zam zam ini. Karena beliau pernah tinggal selama 30 hari siang dan malam di sekitar Kakbah tanpa makan. Ia hanya minum air zam zam.

Bisa Jadi Obat Berbagai Penyakit

Air zam zam merupakan obat bagi semua penyakit, secara khusus juga dikatakan bahwa air zam zam dapat digunakan sebagai obat demam.

Sedangkan tata cara penyembuhannya, yaitu percikan air ke area badan si penderita pada  bagian tangan dan pakaiannya. Hal ini mirip dengan mantra-mantra yang diperbolehkan.

Selain itu, air zam zam juga bisa menghilangkakn sakit kepala. Dengan cara memercikan air zam zam ke kepala dan badan. Menurut Sayid Muhammad Bakdasy, yaitu disunnahkan. Sedangkan yang melihatnya dinilai ibadah.

Kemudian air zam zam juga bisa menyembuhkan wasir. Dan secara umum air zam zam bisa dimanfaatkan sebagai terapi segala macam penyakit, sebagaimana keumuman makna yang terkandung di dalam hadist Rasulullah saw.

Keistimewaan dan Keagungan Air Zam zam Dilihat dari Nama-nama yang Disematkan Kepadanya

sejarah air zam zam

Ada yang berpandangan bahwa nama zam zam itu terkait dengan kebiasaan orang-orang perisai. Pada masa lalu mereka selalu mengunjungi sumur zam zam. Dan mereka berkerumun di dekatnya.

Al-Hifni berkata bahwa “nama zam zam diambil dari bentuk zam zam itu sendiri, yaitu bagian atasnya bobor sumur diberi pematang dari tanah liat. Sebab jika tidak diberi pematang, airnya akan meluber dan menggenangi lembah”.

Selain nama “zam zam” ada banyak nama yang dinisbatkan kepada air telaga zam zam. Nama-nama tersebut semuanya memiliki makna yang menunjukkan sinar keistimewaan dan keagungan yang terpancar pada telaga air zam zam.

Berikut ini nama-nama air zam zam yang paling popular diantara nama lainnya. Yuk langsung simak!

9 Perbedaan Haji dan Umroh Paling Lengkap dan Detail Beserta dengan Dalil Al Quran

Afiyyah (yang menyehatkan)

Air zam zam ini dinamakan Afiyyah yang berarti “yang menyehatkan atau penyehat tubuh”. Dinamakan demikian, karena orang yang meminum air zam zam atas izin Allah swt, akan diberikan kesehatan dan kondisi tubuh yang prima.

Ashimah (pelindung, pembebas)

Air zam zam ini dinamakan Ashimah yang berarti “pelindung atau pembebas”. Dinamakan demikian, karena orang yang meminum air zam zam akan terlindung dari sifat-sifat munafik. Air zam zam menjadi sebuah jaminan pembebas dari sifat-sifat munafik.

Orang yang memuaskan diri dengan air zam zam karena meyakini kandungan keistimewaan dan keberkahannya, maka orang itu teridentifikasi sebagai orang yang beriman.

Sebaliknya jika orang yang enggan memafaatkan air zam zam karena ketidakpercayaan akan keistimewaannya,maka jatuhlah nilai kemunafikannya pada dirinya.

Pandangan lain menyebutkan, dinamakan Ashimah, karena air zam zam melindungi peminumnya dari rasa lapar.

Aunnah (pertolongan)

Air zam zam ini dinamakan Aunnah yang berarti “pertolongan”. Dinamakan demikian, karena air zam zam merupakan pertolongan untuk orang-orang yang sakit. Banyak orang-orang yang sakit dengan beraga penyakit yang dideritanya, baik yang ringan maupun yang berat.

Hal ini dapat disembuhkan atas izin Allah swt setelah meminum air zam zam. Karena itu air zam zam disebut dengan nama Aunnah yang berarti “pertolongan”, yaitu pertolongan untuk orang-orang yang sakit.

Barakah (keberkahan)

Air zam zam ini dinamakan Barakah yang artinya “keberkahan”. Dinamakan demikian, karena air minum zam zam mengandung berkah bagi yang meminumnya.

Barakah sendiri berarti An-Nama (tumbuh subur) dan Az-Ziyadah (penambahan), As-Sa’dah (kebahagian) dan Katsratul Khair (berlimpah kebaikan). Semua makna itu tercangkup dalam zam zam.

Barrah (Kebaikan)

Air zam zam dinamakan Barrah yang berarti “kebaikan”. Dinamakan demikian, karena air zam zam adalah air terbaik yang memiliki banyak manfaat kepada manusia. Di samping itu, nama ini disematkan kepada air zam zam karena air ini hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang baik.

Dari sudut sejarah, air zam zam disebut Barrah karena Allah swt telah berbuat baik untuk Nabi-Nya Ismail as, dengan menjadikan air zam zam sebagai minuman saat dialanda kehausan.

Kata Barrah untuk nama zam zam juga didapatkan dari perkataan seseorang malaikat dalam mimpi kedua yang dialami oleh Abdul muthalib ketika sedang tidur di Hijir Ismail.

Seseorang dalam mimpi tersebut berkata “Galih olehmu Barrah”. Yang dimaksud Barrah oleh seseorang itu tak lain adalah zam zam. Karena itu, air zam zam juga dinamakan Barrah.

Ghiyath (curahan pertolongan)

Air zam zam ini dinamakan Ghiyath yang berarti “curahan pertolongan”. Dinamakan itu, karena air zam zam merupakan pertolongan yang dicurahkan kepada Hajar dan anaknya Ismail yang memang ketika itu sangat membutuhkan pertolongan.

Tata Cara Umroh Paling Lengkap Beserta Doanya yang Baik dan Benar Sesuai Sunnah

Sebab mereka kehabisan bekal air, sehingga membuat mereka dilanda kehausan yang mencekik leher. Sebagaimana pernah dikisahkan, karena sangat hausnya, Ismail meronta-ronta.

Kakinya menghentak-hentakkan ke tanah, seolah-olah ingin mati. Dan kemudian air zam zam ini menjadi curahan pertolongan bagi simail dan juga ibunya dari cekikan yang mereka rasakan.

Busyra (berita gembira)

Air zam zam dinamakan Busyra yang artinya “berita gembira”. Dinamakan itu, karena kemunculan air zam zam pertama kalinya merupakan berita gembira bagi Hajar yang pada saat itu sedang bersusah payah mencari-cari air di padang tandus kota Mekkah.

Ketika sedang merasa kelelahan sampai hampir putus harapan, ia melihat air zam zam yang menyemburat dari bawah tanah melalui hentakan sayap malaikat Jibril. Karena sangat gembiranya ia berkata “ya Busyra, inilah air!”

Jadi intinya kata “Ya Busyra” adalah ungkapan untuk menggambarkan rasa senang dan gembira. Sehingga zam zam pun dinamakan dengan nama Busyra.

Hafiratu Abdul Muthalib (Galian Abdul Muthalib)

Dinamakan Hafiratu Abdil Muthalib, karena beliau yang menggali sumur zam zam setelah keberadaannya sempat hilang dari permukaan bumi yang diakibat kesombongan kaur Jurhum.

Abdul Muthalib menggali sumur zam zam yang tadinya kering jadi memancarkan air kembali sampai hari ini.

Haramiyah (kemuliaan)

Dinamakan Haramiyah, karena berkaitan dengan keberadaan sumur air zam zam yang berada di Tanah Haram. Sumur ini berada di dekat Baitullah, di sudut Kakbah dan makam (prasasti tapak kaki Nabi Ibrahim as).

Hamzah Jibril (Hentakan Jibril)

Dinamakan Hamzah Jibril karena air zam zam dalam proses kejadiannya melibatkan malaikat Jibril. Jibril menghentakan kaki dan sayapnya ke bumi sehingga memancarkan air zam zam yang disebut Hamzah Jibril.

Kafiyyah (yang mencukupkan)

Dinamakan demikian, karena air zam zam mencukupi keperluan orang yang meminumnya. Dan air zam zam selain menghilangkan dahaga juga menyenangkan.

La Tunzafu Wa La Tuzammu (yang kering dan tidak tercela)

Dinamkan ini, karena air zam zam tidak pernah kering selamanya. Air zam zam akan  senantiasa ada selama dunia ini ada. Sehingga air zam zam pun di namakan La Tunzafu berarti “yang tidak kering”.

Marwiyyah (yang mengalir)

Dinamakan ini, karena air zam zam mengalir ke tubuh peminumnya hingga menjadi nutrisi. Sebagaimana layaknya makanan yang menjadi nutrisi bagi yang memakan makanan itu dan air zam zam bisa menyehatkan tubuh orang yang meminumnya.

Selain nama-nama di atas, ada juga nama Mu’nisah, Mufaddah, Mughziyah, Naafi’ah, Sayyidah, Syafiyah, Siqayatul Haj, Syabba’ah Al-Iyal, Syarabul Abrar, Syifa’u Suqmin, Tha’amu Thu’min, Tha’amul Abrar , Thahirah, Thayyibah dan Zhahirah.

Demikian jelasan tentang sejarah air zam zam dan keistimewaanya. Maka dari itu banyak jamaah yang datang ke mekah berharap bisa membawa air zam zam ke tanah air.

Semoga penjelasan dari aku bermanfaat yaa.