Perbedaan haji dan umroh merupakan hal penting yang harus kamu ketahui. Sebab haji dan umroh merupakan kegiatan ibadah umat Islam yang sama-sama dilakukan di Tanah Suci sebagai penyempurna rukun Islam. Dan keduanya itu impian semua umat Islam di dunia.

Haji dan umroh tentunya memiliki perbedaan yang signifikan baik dari segi waktu, hukum, rukun, biaya dan lain-lain.

Maka dari itu banyak orang yang lebih memilih umroh terlebih dahulu, baik itu sebagai latihan sebelum menunaikan haji ataupun karena biayanya lebih terjangkau.

Untuk bisa melaksanakan keduanya, diperlukan persiapan khusus mulai dari biaya maupun fisik dan kamu juga harus bisa membedakan antara keduanya terlebih dahulu, supaya kamu bisa memaknainya dengan baik.

Nah di sini penulis akan membahas perbedaan haji dan umroh mulai dari pengertiannya. Yuk, langsung simak!

Pengertian Haji dan Umroh

perbedaan haji dan umroh

Secara bahasa, kata haji bermakna (al-qashdu), yang artinya menyengaja, atau menyengaja melakukan sesuatu yang agung. Dikatakan hajja ilaina fulan artinya fulan mendatangi kita. Dan bermakna rajulun fulan yaitu orang yang dimaksud.

Sedangkan secara istilah syariah, haji adalah kegiatan mendatangi Kakbah untuk mengadakan ritual tertentu. Dan haji hanya dikerjakan pada bulan-bulan haji yaitu bulan Syawal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Sedangkan umroh memang sekilas mirip dengan haji, namun tetap saja bukan haji. Secara lebih rincinya, umroh adalah haji kecil, di mana sebagian ritual haji dikerjakan di dalam ibadah umroh. Sehingga boleh dikatakan bahwa umroh adalah ibadah haji yang dikurangi.

Menurut istilah, kata umroh di dalam ilmu fiqih di definisikan sebagai mendatangi Kakbah untuk melaksanakan ritual ibadah yaitu melakukan tawaf dan sa’i.

Tata Cara Umroh Paling Lengkap Beserta Doanya yang Baik dan Benar Sesuai Sunnah

Perbedaan Haji dan Umroh

perbedaan haji dan umroh

Lantas apa perbedaan haji dan umroh? Nah, di sini penulis akan membahas tentang perbedaan antara haji dan umroh. Untuk lebih detail tentang perbedaan haji dan umroh tersebut, bisa langsung kamu simak yaa!

Perbedaan Haji dan Umroh Menurut Waktu

Ibadah haji tidak bisa dikerjakan di sembarang waktu. Dalam setahun ibadah haji hanya dikerjakan sekali saja tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu saat wuquf di Arafah. Sebab ibadah haji pada dasarnya adalah wuquf di Arafah.

Dan rangkaian ibadah haji bisa dimulai sejak bulan Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah. Intinya, ibadah haji itu waktunya terikat.

Sedangkan umroh bisa dikerjakan kapan saja tanpa ada ketentuan waktu. Bisa kamu lakukan 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 hari dalam setahun.

Bahkan dalam sehari bisa saja umroh dilakukan berkali-kali, karena mengingat rangkaian umroh itu sangat sederhana, yaitu niat dari miqat, tawaf disekeliling Kakbah (7x), sa’i (7x) dan tahalul. Lalu dilihat secara teknis bisa dilaksanakan hanya dalam 1-2 jam saja (bila tidak ramai)

Perbedaan Haji dan Umroh – Tempat yang Dituju Selama Haji dan Umroh

Ibadah haji bukan hanya dikerjakan di Kakbah saja, tetapi juga melibatkan tempat-tempat manasik lainnya, di luar Kakbah.

Dalam ibadah haji, selain kamu wajib bertawaf di Kakbah dan Sa’i (Shafa-Marwa), kamu juga wajib mendatangi kota lain, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tempat itu berada di luar kota, berjarak antara 5 sampai 25 Km. Dan bentuknya hanya padang pasir bebatuan saja.

Di ketiga tempat itu kamu harus menginap (mabit), berarti kamu makan, minum, tidur, dan aktifitas lainnya yang perlu kamu kerjakan, semuanya dilakuan di tengah-tengah padang pasir.

Sedangkan umroh hanya melibatkan Kakbah dan tempat sa’i, yang secara teknis semua terletak di dalam masjid Al-Haram. Jadi umroh sudah ditentukan batasannya yaitu hanya dilakukan di dalam kota Mekkah saja. Karena intinya dari umroh hanya mengambil miqat, tawaf dan sa’i.

Perbedaan Haji dan Umroh dari Segi Hukum

Selain itu yang membedakan antara umroh dan haji adalah hukumnya. Umat islam telah sampai kepada ijma’ bahwa ritual ibadah haji hukumnya wajib, fardhu a’in bagi setiap muslim yang mukallaf dan mampu.

Tidak seorang pun ulama yang mengatakan ibadah haji hukumnya sunnah, semua sepakat mengatakan hukumnya wajib atau fardu a’in.

Berbeda dengan umroh. Para ulama tidak sepakat atas hukumnya. Sebagian ulama bilang hukumnya sunnah, dan adapula yang mengatakan hukumnya wajib.

Umroh menurut mazhab Hanafiyah dan Malikiyah hukumnya sunnah bukan wajib. Dalilnya yaitu hadis Jabir ra yang artinya: “Nabi SAW ditanya tentang umroh, apakah wajib atau tidak? Beliau bersabda: “Tidak, dan kalian melaksanakan umrah itu lebih utama” (HR Al Tirmidzi).

Sedangkan menurut pendapat mazhab Asy-Syafi’iyah dan Hambali mengatakan bahwa umroh hukumnya wajib minimal sekali seumur hidup. Adapun dalilnya adalah (Q.S Al-Baqarah:196), yang artinya “dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”.

Namun sesungguhnya, secara teknis semua orang menunaikan ibadah haji, berarti sudah pasti melakukan ibadah umroh. Karena pada dasarnya ibadah haji adalah ibadah umroh plus dengan tambahan ritual lainnya.

Perbedaan Haji dan Umroh Dari Segi Rukunnya

Perbedaan haji dan umroh adalah terletak pada rukunnya. Rukun ibadah haji lebih panjang dan harus dilakukan secara berurutan, sebab konsekuensinya cukup terbilang berat kalau kamu sampai lalai mengerjakan ibadahnya.

Menurut mazhab Asy-Syafi’iyah ada enam rukun dalam haji, yaitu berihram, wuquf di Arafah, melakukan Tawaf Ifadhah, melaksanakan ibadah sa’i, al-haq (menggundulkan rambut kepala), atau al-taqshir (mengurangi rambut), serta tertib dalam melakukan urutan rukun-rukun ini.

Sementara rukun ibadah umroh terbilang cukup sederhana dan tidak memakan waktu yang banyak. Karena rukun umroh hanya ada empat yaitu ihram dengan niat, tawaf tujuh kali, sa’i antara bukit shafa sampai Marwa tujuh kali, dan tahalul (mencukur rambut).

Tips Ibadah Umroh dan Haji Umroh Agar Tetap Aman dan Nyaman Dalam Melaksanakannya

Perbedaan Haji dan Umroh Menurut Kewajiban

perbedaan haji dan umroh

Yang dimaksud dengan wajib haji dan umroh adalah segala pekerjaan yang menjadi wajib bagi jamaah haji atau umroh untuk mengerjakannya.

Bilamana kamu tidak mengerjakan wajib haji dan umroh ini, maka kamu akan berdosa tetapi tidak merusak ibadah haji atau umrohnya.

Wajib haji dan umroh berbeda dengan rukunnya. Di mana kalau kamu meninggalkan dengan sengaja maupun tanpa sengaja, salah satu rukun di antara rukun-rukun haji dan umroh, maka haji atau umrohnya menjadi rusak dan tidak sah.

Wajib haji ada enam yaitu niat ihram, mabit di Muzdalifah, melontar jamarat (tiga objek pelemparan: jumrah Ula, jumrah Wustha dan jumrah Aqadah), mabit di Mina (hari Tasyrik), tawaf wada, dan hindari perintah yang diharamkan dalam ihram.

Sedangkan wajib umroh ada dua, yaitu ihram dari miqat dan hindari perintah yang ada dalam ihram, seperti menggunting rambut dan lain-lain.

Perbedaan Haji dan Umroh Menurut Durasi

Perbedaan lainnya antara haji dan umroh yaitu dari segi durasi atau lamanya kedua ibadah tersebut. Secara teknis praktek di lapangan, rangkaian ritual ibadah haji lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan ibadah umroh.

Setiap orang yang melakukan ibadah haji paling cepat dilakukan minimal empat hari, yaitu tanggal 9-12 Dzulhijjah. Itupun kalau kamu mengambil nafar awal. Sedangkan kalau kamu mengambil nafar tsani, berarti ditambah lagi menjadi lima hari (sampai 13 Dzulhijjah).

Sementara ibadah umroh hanya membutuhkan waktu durasi dua sampai tiga jam saja. Karena secara praktek, kamu hanya butuh tiga pekerjaan ringan, yaitu mengambil miqat, bertawaf (7x), berjalan antara bukit Shafa dan Marwa (7x) lalu bercukur.

Sehingga lepas dari masalah hukumnya, seseorang bisa saja menyelesaikan satu rangkaian umroh dalam sehari dua sampai tiga kali

Perbedaan Haji dan Umroh Menurut Kekuatan Fisik

Ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik yang lebih besar dan kondisi kesehatan yang prima. Karena ritual ibadah haji memang jauh lebih banyak, lebih rumit dan medannya pun juga tidak bisa dibilang ringan, sehingga ritualnya pun sedikit lebih sulit untuk dikerjakan.

Di tempat Arafah, Muzdalifah dan Mina kamu tidak perlu melakukan apa-apa sepanjang hari. Kamu hanya diminta menetap saja, boleh makan, minum, dan lain-lain (asalkan tidak melanggar larangan ihram).

Berbeda dengan di Mina, selama tiga hari kamu diwajibkan melakukan ritual melontar tiga titik jamarat, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha dan Jumrah Aqabah.

Sementara umroh lebih sedikit  dan singkat, karena hanya mengitari Kakbah dan berjalan bolak-balik dari bukit Shafa dan Marwah. Maka dari itu tidak dibutuhkan kekuatan fisik dan kondisi kesehatan yang prima.

Perbedaan Haji dan Umroh Menurut Tingkat Keramaian

Ibadah haji bisa dikatakan bahwa teorinya itu sederhana, tetapi karena momentumnya berbarengan dengan jutaan manusia, ternyata urusan wuquf di Arafah, bermalam di Muzdalifah sampai urusan melontar ini menjadi tidak mudah.

Sebab berdesakan dengan tiga jutaan manusia dari berbagai bangsa dan sering kali terjadi dorong-dorongan hingga menimbulkan korban nyawa yang tidak sedikit.

Dan karena adanya pergerakan massa dalam jumlah jutaan, antara Arafah, Muzdalifah, Mina dan Kota Mekkah, maka sering kali jatuh korban, baik luka kecil, sakit, maupun meninggal dunia.

Nah, semua itu tidak terjadi dalam umroh, karena tidak ada tumpukan massa berjuta. Dan tidak sampai terjadi pergerakan massa dari satu tempat ke tempat lainnya. Sebab Kakbah dan Shafa Marwa berada disatu titik, yaitu di dalam mesjid Al-Haram.

Perbedaan Haji dan Umroh Menurut Biaya yang Dikeluarkan

Perbedaan haji dan umroh juga berkaitan dengan biaya. Tinggi rendahnya pengeluaran biaya tergantung waktu yang diperlukan oleh para jamaah selama menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Sudah jelas biaya ibadah haji pasti lebih mahal daripada ibadah umroh, sebab rangkaian ritual ibadah yang cukup lama di beberapa tempat.

Namun pastinya selisih biaya untuk melaksanakan ibadah umroh tidak terlalu jauh dari biaya ibadah haji. Karena waktu yang dihabiskan oleh para jamaah selama melakukan ibadah umroh terbilang cukup singkat.

Maka dari itu banyak orang yang melakukan ibadah umroh terlebih dahulu. Selain lebih murah, ibadah umroh juga dipilih karena bisa dilakukan kapan saja.

Demikianlah penjelasaan tentang perbedaan haji dan umroh. Sekarang kamu sudah tahu kan perbedaan dari keduanya. Buat kamu yang sudah merasa mampu segeralah melaksanakan ibadah haji atau umroh. Semoga penjelasan dari penulis bermanfaat yaa.