Di masa pandemi ini kita mulai membiasakan kebiasaan baru atau yang sering disebut New Normal. Bahkan untuk menjalankan umroh sekalipun, karena termasuk kegiatan yang meliputi banyak orang.

Sempat ditangguhkan kegiatan umroh oleh pemerintah Arab Saudi sebagai bentuk upaya mengurangi penyebaran corona. Namun baru – baru ini pemerintah Arab Saudi mengumumkan akan kembali membuka layanan ibadah umroh dan kunjungan Masjidil Haram secara bertahap. Dimulai dari tanggal 4 Oktober 2020 untuk jamaah dari Arab Saudi, dan 1 November 2020 untuk jamaah dari luar negeri.

 

Peraturan Umroh New Normal

Dilansir dari twitter @haramainInfo, terdapat beberapa informasi dan peraturan yang harus ditaati bagi jamaah yang ingin melakukan umroh dan kunjungan ke Masjidil Haram sebagai berikut.

  1. Hanya untuk jamaah yang berumur 18 – 65 yang diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah umroh pada tahap awal.
  2. Masuk kedalam Masjidil Haram tidak diizinkan kecuali bagi pengunjung yang sudah mendaftar melalui aplikasi umroh.
  3. mengajukan izin umroh tidak dipungut biaya
  4. Melalui aplikasi, tempat tinggal atau penginapan dan transportasi para jamaah akan disediakan oleh menteri terkait.
  5. Tempat isolasi/karantina akan disediakan di dalam hotel, apabila ada jamaah yang terindikasi gejala virus corona.
  6. Alternatif pilihan akan disediakan apabila calon jamaah mengalami kendala saat mendaftar melalui aplikasi.
  7. Jamaah akan dipisahkan kedalam 12 kelompok ( total jamaah 6000 pada tahap awal ) dalam waktu 24 jam dan diberikan waktu masing – masing 3 jam didampingi oleh tenaga ahli dalam kesehatan.

Untuk jamaah yang berasal dari luar Arab Saudi, Menteri Kesehatan akan mengeluarkan keputusan tentang negara mana yang diizinkan untuk melaksanakan umroh setelah beberapa ketentuan dalam beberapa minggu kedepan.

Bahkan akan disiapkan jalur khusus untuk melaksanakan umroh bagi jamaah yang berasal dari luar Arab Saudi.

Fase Umroh New Normal

Dan juga dimulainya kembali kegiatan umroh akan terdiri dari 3 fase, yaitu :

  • Pertama, diizinkannya umroh untuk warga Saudi dan ekspatriat dengan jumlah 40% dari kapasitas kemampuan layanan dengan penerapan protokol kesehatan.
  • Kedua, diizinkannya Umroh untuk warga Saudi dan ekspatriat dengan jumlah 75% dari kapasitas kemampuan layanan dengan penerapan protokol kesehatan.
  • Ketiga, diizinkannya Umroh untuk warga Saudi, ekspatriat dan dari negara lain yang sudah disetujui oleh Menteri Kesehatan dengan jumlah 100% dari kapasitas kemampuan layanan dengan penerapan protokol kesehatan.

Dan beberapa tambahan informasi penting lainnya seperti :

  • Bagi jamaah yang menggunakan kursi roda, saat melaksanakan thawaf san sa’i untuk disamakan kecepatan yang sama dengan jamaah lainnya.
  • Anak – anak akan diizinkan untuk berdampingan dengan orang tua mereka selama mereka juga terdaftar dalam aplikasi Tawakkalna dan dalam tanggungan orang tua.
Aplikasi untuk Umroh New Normal

Pendaftaran bagi jamaah dapat dilakukan melalui aplikasi Eatmarna. Aplikasi ini nantinya akan menjadwalkan Waktu pelaksanaan Thawaf sehingga tidak terjadi penumpukan. Aplikasi ini dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi untuk perangkat Android dan iOS dan untuk mendaftar di Aplikasi ini sahabat perlu mendaftarkan pada aplikasi lainnya terlebih dahulu yaitu Tawakkalna

Tawakkalna merupakan aplikasi untuk mengontrol penyebaran virus corona di Arab Saudi, dan sudah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Aplikasi berguna untuk memperoleh izin keluar saat jam malam jika ada kebutuhan penting dan juga melaporkan jika ada gejala Covid-19 pada diri sahabat dan juga orang disekitar. 

 

Lihat juga

Keutamaan Umroh

Shofa dan Marwah, Saksi Ketaatan Siti Hajar

Tempat Wisata di Turki yang Wajib Dikunjungi