Halo sahabat, saat ini kita telah memasuki bulan dzulhijjah, satu dari 4 bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Untuk tahun ini, 10 dzulhijjah ( perayaan idul adha 1441 H ) akan diperingatkan pada tanggal 31 Juli 2020.

Hadits Tentang Bulan Dzulhijjah

Pada bulan yang indah ini kita dianjurkan mencari amalan – amalan baik sebanyak – banyaknya, seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut :

Abu Bakrah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda :

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“ Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram ( suci ), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban. ” ( HR. Al Bukhari & Muslim ).

Rasulullah SAW bersabda :

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ . يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

” Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari – hari ini ( yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah ). ‘Para sahabat bertanya,” Tidak pula jihad di jalan Allah ?”. ‘Rasulullah menjawab,” Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun. “

Didalam hadits tersebut disebutkan betapa hebatnya bulan dzulhijjah, yang juga tertuang dalam Al-Qur’an : ” Dan demi malam – malam yang sepuluh. ” ( 89 : 1-2 ).

Lalu bagaimana jika terlewat satu hari menjalankan amalan tersebut ? Tidak masalah, amalan dapat dilakukan dihari selanjutnya sebelum hari Tasrik ( hari setelah idul adha ) tiba.

Meskipun perbuatan dan amalan – amalan baik yang biasa kita lakukan akan diterima oleh Allah SWT. Terdapat beberapa amalan tertentu yang dapat dilakukan pada 10 hari pertama dzulhijjah. Apa saja ? Berikut ulasannya.

Hagia Sophia, Museum Yang Kembali Menjadi Masjid

Puasa Sunnah di Bulan Dzulhijjah, Terutama Pada Hari Arafah

Selama 10 hari pertama dzulhijjah disunnahkan kita umat muslim untuk berpuasa, mulai dari tanggal 1 sampai 9 dzulhijjah. Dalam hal ini, puasa dzulhijjah dari tanggal 1 – 7 dzulhijjah. Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 dzulhijjah, dan puasa Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah.

Rasulullah SAW pernah berpuasa pada hari kesembilan dzulhijjah dan beliau berkata : ” Puasa hari Arafah ( hari kesembilan dzulhijjah ) adalah penebusan untuk ( semua dosa ) tahun sebelumnya dan penebusan untuk ( semua dosa ) untuk tahun yang akan datang. ” ( HR. Muslim ).

Rasulullah SAW juga bersabda : ” Siapapun orang yang berpuasa satu hari untuk Allah, Allah akan jauhkan wajahnya dari api ( Neraka ) sejauh ( jarak yang ditempuh dalam perjalanan ) tujuh puluh tahun. “ ( HR. Al Bukhari & Muslim ).

Dzikir dan Takbir

Rasulullah SAW dengan tegas menyuruh kita untuk berdzikir sebanyak – banyaknya, terutama pada 10 hari pertama di bulan yang mulia ini. Seperti sabda Rasulullah SAW berikut :

” Tidak ada hari dimana perbuatan baik lebih besar atau dicintai Allah daripada sepuluh hari ini, jadi ucapkanlah banyak tahlil ( dengan mengucapkan Laa ilaaha ill-Allah ), takbir ( dengan mengucapkan Allahu Akbar ), dan tahmid ( dengan mengucapkan Alhamdulillah ). “

Pernah diceritakan bahwa Ibnu ‘Umar dan Abu Hurayrah, dua dari Sahabat Nabi, biasa pergi ke pasar selama sepuluh hari pertama dzulhijjah. Disana mereka membaca takbir, dan orang – orang sekitar mulai mengiringi membaca takbir ketika mendengarnya.

Melaksanakan Ibadah Haji

Pergi melaksanakan ibadah Haji tentu merupakan salah satu amalan baik yang bisa dilakukan pada 10 hari pertama dzulhijjah, apalagi jika Haji mereka Mabrur. Namun bagi umat muslim yang belum mendapatkan kesempatannya sebagai tamu Allah tahun ini, masih bisa melakukan amalan lain yang sama pentingnya.

Berkurban di Bulan Dzulhijjah

Berkurban di Bulan Dzulhijjah

Berkurban termasuk ibadah dalam idul adha karena memberikan pahala yang cukup besar dan salah satu amalan paling dicintai Allah. Ialah menyembelih hewan/binatang ternak untuk dipersembahkan kepada Allah. Hewan yang dikurbankan biasanya berupa kambing atau sapi.

Hal ini pernah disebutkan dalam hadis riwayat Imam Hakim, Ibnu Majah dan Tirmidzi dari Sayidah Aisyah, Rasulullah SAW. Bersabda : ” Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah dibanding mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban. ”

Tidak Makan Sebelum Sholat Idul Adha

“ Rasulullah SAW biasanya tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga makan terlebi dahulu, dan tidak makan pada hari Idul Adha hingga beliau kembali dari shalat. “ ( HR. Ibnu Majah )

Sholat Idul Adha

Merupakan sholat sunah sebagai penutup dari amalan – amalan kita selama sebelumnya, yang dilakukan pagi hari pada tanggal 10 dzulhijjah.

Begitulah amalan – amalan yang bisa sahabat lakukan selama 10 hari bulan dzulhijjah berlangsung. Semoga di bulan mulia ini amalan – amalan yang kita lakukan diterima Allah SWT.