Apa itu Hagia Sophia?

Baru – baru ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan bahwa Hagia Sophia akan dikembalikan fungsinya dari museum menjadi masjid dan mengatakan bahwa bangunan tersebut akan siap dipakai untuk shalat jumat pada 24 juli mendatang.

Hagiha Sophia
Tampak Luar

Hagia Sophia atau Aya Sofya dalam ejaan turki merupakan bangunan terkenal di Turki, memiliki kubah ikonik dengan arsitektur yang sangat indah. Tidak heran jika bangunan tersebut pernah tercatat sebagai museum yang sering dikunjungi di Turki pada tahun 2014

Dibalik keindahannya, Hagia Sophia memiliki sejarah yang cukup panjang, dimulai dari perubahan fungsi bangunan dari gereja hingga menjadi masjid saat ini. Apa saja sejarahnya ? berikut ringkasannya.

Megale Ecclesia, pada Tahun 360 Masehi

Hagia Sophia yang sekarang merupakan hasil rekonstruksi yang ketiga dari bangunan aslinya, bangunan yang pertama didirikan pada tahun 360 Masehi. Bernama Megale Ecclesia, yang berarti “The Grand Church” atau “Gereja Agung”. Gereja beratap kayu ini didirikan atas perintah Kaisar Bizantium, Constantius I untuk umat Kristen Ortodoks Yunani di Konstantinopel yang kini berubah nama menjadi Istanbul.

Bangunan Kedua oleh Theodosius II Tahun 415

Pada tahun 404, Megale Ecclesia terbakar akibat kerusuhan. Kemudian Theodosius II membangun kembali bangunan tersebut tahun 415, terdiri atas 5 nave ( tempat para umat ) dan juga gerbang masuk khas yang beratap kayu.

Pembangunan Ketiga Tahun 537

Pada tahun 532, Bangunan tersebut terbakar lagi dalam peristiwa Nika Revolt atau kerusuhan Nika. Kerusuhan terparah yang pernah tercatat dalam sejarah kota Konstantinopel yang bertujuan melawan Kaisar Justinian I.

40 hari setelah kerusuhan, Justinian memerintahkan 2 orang arsitek Byzantine untuk membangun kembali Hagia Sophia yang rusak parah. Mereka bernama Isidore of Miletus yang juga seorang ahli matematika dan Anthemius of Tralles yang terkenal di bidang mekanikal. Hagia Sophia kembali dibangun dan selesai pada tahun 537.

Perubahan Hagia Sophia Menjadi Masjid Pertama Kali

Konstantinopel berhasil dikuasai oleh Dinasti Ottoman dibawah pimpinan Sultan Muhammad Al Fatih atau Sultan Mehmed II pada tahun 1453. Disinilah Konstantinopel berubah nama menjadi Istanbul dan dialihkan fungsi Hagia Sophia dari gereja menjadi masjid.

Perubahan tersebut tidak luput juga dari renovasi, penutupan ornamen asli bertemakan Orthodox dan diganti dengan ornamen kaligrafi bernuansa islam yang didesain oleh Kazasker Mustafa Izzet, penyair Ottoman yang terkenal akan kaligrafinya. Kaligrafi tersebut bertuliskan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, empat khalifah pertama dan dua cucu Rasulullah SAW.

Hagia Sophia
Kaligrafi pada Hagia Sophia

Penambahan terus dilakukan selama Dinasti Ottoman berlangsung, seperti adanya mihrab di dinding sebagai penunjuk arah Mekah, lalu penambahan 2 buah lampu perak di tiap sisi mihrab oleh Kaisar Ottoman Kanuni Sultan Suleyman ( 1520 – 1566 ) dan Sultan Murad III ( 1574 – 1595 ) menambahkan 2 kubus marmer dari Beragama, Turki. Serta 4 menara untuk digunakan saat adzan dan sebagai benteng untuk memperkokoh bangunan saat gempa berlangsung. Menara tersebut diperintahkan masing – masing oleh Sultan Selim II, Sultan Bayezid II dan 2 menara berikutnya oleh Sultan Selim II dan Murad III yang didesain oleh Mimar Sinan, atau yang lebih dikenal dengan “Sinan Agha the Great Architect”.

Renovasi besar – besaran terjadi dibawah pimpinan Sultan Abdulmecid pada tahun 1847 dan 1849, yang dilakukan oleh Fossati bersaudara ( Gaspare dan Giuseppe Fossati ) arsitek yang berasal dari Swiss. Hunkar Mahfili ( kompartemen terpisah yang digunakan Kaisar untuk beribadah ) dihilangkan dan diganti dengan ruang lain dekat dengan mihrab.

Museum Hagia Sophia pada Tahun 1935

Pada tahun 1935, 9 tahun setelah diproklamasikannya Republik Turki. Bangunan arsitektur yang bersejarah itupun dibuka sebagai museum oleh Presiden Turki Attaturk. Museum itupun menarik jutaan wisatawan tiap harinya dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Isu Pengembalian Hagia Sophia Sebagai Masjid Tahun 2013

Beberapa pimpinan Islam Turki berusaha mengembalikan fungsi bangunan tersebut menjadi masjid. Tidak hanya itu, usaha ini didukung oleh sebagian besar penduduk Turki yang mengakui peran penting Dinasti Ottoman bagi negara Turki.

Semenjak saat itu sampai tahun ini, seperti yang telah disampaikan. Hagia Sophia akan siap digunakan sebagai tempat ibadah shalat jumat pada tanggal 24 juli 2020.


 

  • Jika sahabat memiliki keinginan untuk shalat di Masjid Ayasofya, yuk cek paket Umroh Plus Turki dari kami.